STRUKTUR PROGRAM PROLOG
Dalam buku ini digunakan program Turbo Prolog untuk melengkapi pembahasan
pemrograman logika dengan Prolog. Turbo prolog mirip dengan Turbo Pascal, Turbo C,
dan sejenisnya. Tampilannya terbagi menjadi empat jendela yaitu editor, dialog,
message, dan trace. Jendela editor sebagai tempat untuk menyunting program, sedangkan
dialog tempat menuliskan goal dan menampilkan hasil query. Pesan-pesan error,
compiler, running, dan lain-lain ditampilkan di dalam jendela message, sedangkan trace
sebagai tempat untuk menelusuri jalannya program.
Secara umum, suatu program Prolog terdiri dari beberapa kelompok, yaitu domains,
predicates, clauses, goal. Masing-masing bagian akan diuraikan pada bagian berikut.
DOMAINS
Domain dalam Prolog seperti type dalam Pascal, yaitu untuk menyatakan jenis variabel
atau argumen, misalnya:
domains
kota = symbol
alamat = string
list = symbol*
Ada lima domain baku di dalam Prolog, yaitu:
1. char, karakter tunggal yang diapit oleh tanda kutip tunggal: ‘a’, ‘b’, ‘\13’.
2. integer, bilangan bulat antara –32768 hingga 32767. Notasi $ digunakan untuk
menunjukkan bilangan heksa.
3. real, bilangan nyata antara 1×10 –307 hingga 1 x 10 308.
4. string, deretan karakter yang diapit oleh tanda kutip dobel, misalnya “ipb”.
5. symbol, rangkaian karakter yang diawali dengan huruf kecil da tanpa tanda apa pun.
Disamping itu terdapat domain lainnya yang tidak baku, di antaranya adalah:
1. domain file, yang digunakan untuk memberi nama file secara simbolik seperti contoh
berikut:
file = ; ; …..
2. domain list, digunakan untuk menyatakan list (linked list) dimana elemen pertama
mempunyai pointer ke elemen kedua dan seterusnya. Deklarasi list ini dapat
dituliskan dengan bentuk:
= *
list_simbol = symbol*
22
3. domain majemuk, untuk menyatakan data majemuk, seperti:
alamat(“Jl. Pajajaran”, “Bogor”)
Pada contoh ini, alamat adalah nama obyek dan disebut sebagai fungtor, dan bagian
yang ditulis dalam tanda kurung disebut argumen. Domain majemuk juga dapat
digunakan untuk menyatakan beebrapa kemungkinan nilai yang masing-masing
dipisahkan oleh tanda titik koma (;) seperti contoh berikut:
Tombol = up; down; left; right; karakter(char)
PREDICATES
Bagian ini untuk menuliskan setiap relasi predikat yang digunakan dalam program,
kecuali predikat baku seperti cursor, makewindow, readln, readchar, dan sejenisnya tidak
perlu didefinisikan. Lihat contoh-contoh program contoh pada bagian selanjutnya dari
bab ini.
CLAUSES
Sekumpulan klausa dari predikat yang sama harus dikelompokkan dalam bagian ini.
Dalam melakukan pemanggilan klausa, Prolog melacaknya berurutan dari atas ke bawah.
Bagian ini merupakan inti dari program Prolog, dimana semua fakta dan aturan
diimplementasikan di sini.
Berikut disajikan beberapa contoh lengkap program dalam Turbo Prolog 2.0.
Contoh 1. Program untuk menyatakan hubungan kakek, ayah, dan ibu.
predicates
grandfather(symbol,symbol)
father(symbol,symbol)
mother(symbol,symbol)
clauses
grandfather(X,Z):-father(X,Y),father(Y,Z).
grandfather(X,Z):-father(X,Y),motehr(Y,Z).
father(john,bill).
father(bill,mary).
father(bill,tom).
father(tom,chris).
father(tom,bob).
mother(mary,june).
mother(mary,katie).
goal
clearwindow, father(Bapak,chris), write(Bapak),
grandfather(Kakek,chris), write(Kakek).

23
Contoh 2.
predicates
ukuran(symbol, symbol)
warna(symbol,symbol)
gelap(symbol)
clauses
ukuran(beruang, besar).
ukuran(gajah, besar).
ukuran(kucing, kecil).
warna(beruang, coklat).
warna(kucing, hitam).
warna(gajah, kelabu).
gelap(Z):-warna(Z, hitam).
gelap(Z):-warna(Z,coklat).
goal
clearwindow,
gelap(Z), ukuran(Z,besar), write(Z).
Contoh 3.
domains
list = symbol*
predicates
append(list, list, list)
clauses
append([],Y,Y).
append([H|X1],Y,[H|Z1]):-append(X1,Y,Z1).
goal
clearwindow,
append([a,b],[c,d],Z), write(Z),
append(X,[c,d],[a,b,c,d]), write(X),
append([a,b],Y,[a,b,c,d]), wrtie(Y).
UNIFIKASI
Unifikasi adalah instance suatu term T yang diperoleh dengan menggantikan sub-term
dari variabel-variabel T. Dengan kata lain, unifikasi merupakan proses pemadanan atau
pembandingan untuk mencari jawaban seperti nilai suatu variabel. Melalui unifikasi,
suatu variabel diberi nilai sehingga akan diperoleh jawaban dari suatu pertanyaan (goal).
Jika Prolog mendapat pertanyaan maka Prolog akan mencari padanan goal dari bagian
klausa paling atas. Bila sudah diperoleh klausa yang dicari, terjadilan pengikatan
variabel bebas (jika ada) sehingga pertanyaan dan klausa menjadi identik, dan pertanyaan
tersebut dikatakan menyatu dengan klausa. Perhatikan ilustrasi berikut:
24
goal = f(X,b) = f(a,Y).
X=a, Y=b
f(a,b) adalah instance dari f(a,Y),f(X,b), f(X,Y)
g(a,b) bukan instance dari g(X,X)
Unifikasi terjadi secara implisit yaitu pada saat suatu aturan dijalankan seperti terlihat
pada contoh berikut:
fakta = identity(Z,Z)
goal = identity(f(X,b),f(a,Y))
X = a, Y = b
LACAK BALIK (BACK-TRACK)
Dalam memecahkan persoalan, sering dijumpai proses kegagalan sehingga dilakukan
kembali dengan menggunakan jalan atau metode yang lain. Hal yang sama juga
dilakukan oleh Prolog dalam menjawab suatu pertanyaan. Permasalahan ini akan
ditunjukkan pada bagian berikut dari bab ini.
STRUKTUR DATA (LIST)
Salah satu bentuk data yang populer dalam pemrograman adalah struktur data list dimana
dalam Prolog dituliskan dengan menggunakan tanda kurung [] dan setiap elemen
dipisahkan oleh tanda koma(,). Sebagai contoh:
[] list kosong
[a, b, c] list dengan tiga elemen
Setiap list dalam Prolog dapat dituliskan sebagai [H | T] dimana H adalah kepala (head)
yang menunjukkan elemen pertama dari suatu list dan T adalah ekor (tail), yaitu list tanpa
elemen pertama. Nilai H dan T ini dapat dibandingkan dengan operasi car dan cdr pada
pemrograman fungsional. Oleh karena itu, list [a, b, c] dapat dituliskan sebagai:
[a,b,c|[]]
[a,b|[c]]
[a|[b,c]]
Contoh:
goal = [H | T ] = [a,b,c].
YES. H = a, T = [b,c]

25
Beriktu disajikan dua contoh pemrograman Prolog yang berkaitan dengan struktur data
list.
Contoh 1. Menggabungkan dua buah list.
clauses
append([],Y,Y).
append([H|X],Y,[H|Z]):-append(X,Y,Z).
goal = append ([a,b],[c,d],Z).
YES. Z = [a,b,c,d]
goal = append ([a,b],Y,[a,b,c,d]).
YES. Y = [c,d]
Contoh 2. Memeriksa keanggotaan dalam list.
clauses
member(X,[X|_]).
member(X,[_|Y]):-member(X,Y).
goal = member(a,[p,q,a]).
YES.
Open List
Open List adalah list yang mempunyai elemen berupa variabel, misalnya [a,b|X]. Bila X
diunifikasi dengan [] menjadi [a,b], dan bila diunifikasi dengan [c] menjadi [a,b,c].
Place Holder
Place holders adalah nama variabel sementara yang digunakan kompiler, biasanya
sebagai pengganti open list. Perhatikan contoh berikut:
goal = append (X,[c],Z).
X=[_1],
Z=[_1,c]
X=[_1,_2],Z=[_1,_2,c]
dan seterusnya
SEARCH TREE
Search tree (sering juga disebut sebagai Prolog Search Tree) adalah tree yang tersusun
pada saat aturan diterapkan berdasarkan pertanyaan (goal). Contoh search tree
berdasarkan relasi member untuk pertanyaan:
goal = member(a,[p, q,a])
adalah sebagai berikut:
26
Dalam mengevaluasi pertanyaan, kontrol di dalam Prolog ditentukan oleh dua hal, yaitu
urutan pertanyaan dan urutan fakta maupun aturan. Untuk urutan pertanyaan, Prolog
menggunakan algoritme evaluasi sebagai berikut:
start with a query as the current goal;
while the current goal is nonempty do
let the current goal be G1, G2, …, Gk, where k ≥ 1;
choose the leftmost subgoal G1;
if a rule applies to G1 then
select the first such rule A :- B1, B2, …, Bj, where j ≥ 0;
let σ be the most general unifier of G1 and A;
the current goal becomes B1σ, B2σ, …, Bjσ, G2σ, G3σ, …, Gkσ
else
backtrack
end if
end while;
succeed
Sebagai contoh, perhatikan aturan berikut:
append ([],Y,Y).
append ([H|X],Y,[H|Z]):-append(X,Y,Z).
prefix(X,Z):-append(X,Y,Z).
suffix(Y,Z):-append(X,Y,Z).
appen2([h|k],Y,[H|Z]):-appen2(X,Y,Z).
appen2([],Y,Y).
member(a,[p, q, a, b])
member(a,[q,a, b])
member(a,[p|[q,a, b]):-member(a,[q,a, b])
member(a,[a, b])
member(a,[q|[a, b]):-member(a,[a, b])
member(a,[a|[b])
YES

27
1. Letak subgoal mempengaruhi hasil seperti pada contoh berikut:
goal = prefix(X,[a,b,c]), suffix([e],X).
no solutions
goal = suffix([e],X), prefix(X,[a,b,c]).
trail overflow —> infinite computation
2. Letak rule mempengaruhi hasil
goal = append(X,[c],Z).
X=[], Z=[c]
X=[_1], Z=[_1,c]
dst.
goal = appen2(X,[c],Z).

Contoh Prolog search tree untuk kasus ini adalah:
GOAL = suffix([a],L), prefix(L,[a,b,c])
suffix([a],L):-append(_1,[a],L)
append(_1,[a],L),prefix(L,[a,b,c]).
{_1 →[],L → [a]} append([], [a], [a])
YES, L → [a]
prefix([a], [a, b, c])
append([a], _2, [a,b,c])
prefix([a], [a, b, c]) :- append([a], _2, [a, b, c]
append([a], _2, [a, b, c] :- append([], _2, [b,c])
append([], _2, [b,c])
{_2 → [b, c]} append([], [b, c], [b, c])
28
GOAL = suffix([b],L), prefix(L,[a,b,c])
append(_1,[b],L), prefix(L,[a,b,c])
prefix([b],[a,b,c])
{_1 → [], L → [b]}
append([b],_2,[a,b,c])
backtrack
append(_4,[b],_5), prefix(_3|_5,[a,b,c])
{_1 → [_3|4], L → [3|_5]}
prefix([_3,b],[a,b,c])
{_4 → [], _5 → [b]}
append([_3,b],_6,[a,b,c])
{_3 →a }
append([b],_6,[b,c])
append([],_6,[c])
{_6 → [c] }
YES → L =[a,b]
…..

29
GOAL = prefix(L,[a,b,c]),suffix([a],L)
append(L, _1, [a,b,c]), suffix([a], L)
suffix([a], [])
{L → [], L → [a, b, c]}
append(_2,[a], [])
backtrack
append(_3, _1, [b, c]), suffix([a], [a | _3)
{L → [a | _3]}
suffix( [a], [a] )
{_3 → [], _1 → [b, c]}
append( [_4, [a], [a] )
{_4 → [] }
…..
YES → L =[a],
30
CUT
Predikat CUT digunakan untuk memotong jejak query untuk melakukan lacak balik
(backtrack), dan dilambangkan dengan tanda seru (!). Bentuk umum adalah:
B :- C1, C2, …,Cj-1, !, Cj, Cj+1, …, Cn
Proses query karena cut adalah jawaban yang memenuhi sampai dengan Cj-1 di-freeze
(tak ada backtrack lagi). Backtrack hanya boleh pada Cj,Cj+1,…,Cn aturan lain dari B
tidak diperhatikan lagi.
Ada dua jenis CUT, yaitu green CUT dimana predikat ini tidak mempengaruhi logika
program melainkan hanya untuk peningkatan efisiensi atau kecepatan proses, dan red
CUT yang secara logika memang diperlukan opeh aturan yang dibuat agar dapat
digunakan untuk mencegah perhatian Prolog terhadap alternatif sub-goal yang ada.
GOAL = append( X, [c], Z )
…..
YES. X = [], Z = [c]
{X → [], Z → [c]}
append( _2, [c], _3 )
{X → [ _1| _2 ], Z → [ _1| _3]}
YES. X = [ _1], Z = [ _1, c]
{ _2 → [], _3 → [c]}
GOAL = appen2( X, [c], Z )
…..
YES. X = [], Z = [c]
{X → [ _1| _2], Z → [ _1| _3]}
appen2( _2, [c], _3 )
{X → [], Z → [c]}
YES. X = [ _1], Z = [ _1, c]
{ _2 → [], _3 → [c]}
31
Berikut disajikan contoh pengaruh predikat CUT terhadap proses evaluasi dari suatu
pertanyaan yang diberikan.
clauses
a(X) :- b(X).
a(X) :- f(X).
b(X) :- g(X), v(X).
b(X) :- X=4, v(X).
g(1).
g(2).
g(3).
v(X).
f(5).
goals
a(Z).
clauses
a(X) :- b(X).
a(X) :- f(X).
b(X) :- g(X), !, v(X).
b(X) :- X=4, v(X).
g(1).
g(2).
g(3).
v(X).
f(5).
goals
a(Z).
a(Z)
b(Z) f(5)
g(Z), v(Z) v(4)
v(1) v(2) v(3)
YES
Z = 5
YES
Z = 4
YES
Z = 1
YES
Z = 2
YES
Z = 3
a(Z)
b(Z) f(5)
g(Z), !, v(Z)
!, v(X)
YES
Z = 5
YES
Z = 1
v(1)